Cerita Dewasa Bersetubuh Dengan Dokter

CERITADEWASA.SITE - Namaku Susi, usiaku 32 tahun aku bekerja di kantor perpajakan. Aku memiliki dua anak lelaki yang masih bersekolah di SD dan SMP. Aku dan suamiku selalu sibuk dengan kesibukan masing-masing. Suamiku kerja di bank, dengan kesibukan itu kita jarang berkumpul dengan anak-anak. Waktu habis untuk bekerja.

Anak-anak sudah diurus oleh pembantu, pagi hari mereka belum bangun kita sudah berangkat kerja. Terkadang kalau malam hari pulang kerja anak-anak sudah tidur. Jika hari minggu kadang aku dan suami lembur, pokoknya untuk kumpul berempat ini susah. Tapi anak-anak sudah terbiasa mereka tau kesibukan orangtuanya.
Pembantuku tinggal di rumah jadi 24 jam selalu ada buat anak-anak. Aku jadi nggak khawatir kalau ninggalin mereka berdua di rumah.
Suamiku orang yang pendiam dan anak-anak sifatnya sama seperti bapaknya. Beruntung memiliki mereka yang selalu apa adanya. Aku mengakui jika sifatku berbanding terbalik dengan mereka. aku cerewet banyak bicara kalau orang bilang aku judes.

Penampilanku yang terlihat rapi dan kece make up tebal serba cetar membuat aku terlihat lebih ganas. Aku suka yang serba cetar, perawatan muka setiap bulan. Tidak lupa perawatan tubuh agar terlihat lebih kinclong. Seminggu sekali ke salon untuk perawatan rambut, aku selalu terlihat rapi bersih dan harum. Suamiku makin cinta sama aku karena memang aku merawat diri supaya tetap fresh.

Aku memiliki kelebihan lain yaitu pandai memuaskan suamiku. Gairah seks ku tinggi suamiku aja nggak bisa mengimbangi. Kalau lagi horny banget aku bisa bermain dengan suamiku 2 kali. Tapi suamiku sering loyo, aku kasih dia jamu penguat tetap aja loyo. Payah banget deh suamiku, bagiku itu sangat menyebalkan.

Kalau pas aku ngerasain nikmat pasti suamiku udah keluar. Nggak bisa muasin aku , pokonya aku terus yang mencoba membangkitkan gairahnya. Dia itu pasif kurang peka, kalau tengah malam aku sengaja tidur hanya pakai bra dan celana dalam suamiku juga cuma peluk aja. Padahal tubuhku pengen dijamah dan dirangsang biar horny.

Kalau udah pengen banget tapi suami tetep nggak peka aku langsung mainin dia. Pas tidur aku buka celananya, aku kulum penisnya sampai berdiri tegak. Aku mencoba terus membangkitkan nafsu birahinya. Aku sering banget kulum penisnya dan aku kocok hingga dia mendesah. Aku coba masukkan penis itu ke dalam memek-ku. Aku bermain sendiri tanpa perlawanan suamiku, ya begitulah aku memang penggila seks.

Referensi ku untuk bermain seks aku sering melihat video porno. Kadang juga beli majalah dewasa, disitu banyak banget cara merawat kewanitaan. Kadang juga nih kalau suamiku malas aku bermain sesuka hatiku yang penting aku bisa masturbasi dah lega banget. Apalagi semakin hari kerja semakin sibuk, jangankan untuk berhubungan seks bertemu saja susah.
Padahal itu sudah menjadi kebutuhanku sehari-hari. Tapi mau gimana lagi, nggak bisa berbuat apa-apa. Selingkuh juga nggak mungkin karena aku bukan tipe orang yang seperti itu. Pada waktu malam hari aku dan suamiku pulang bareng, di dalam mobil aku bercanda dengan suamiku,

“ mas nggak kangen ya sama aku, nanti malam yuk mas puasin aku…, ”

“ capek banget Mah rasanya, udah nggak ada gairah sex, lagi lain kali aja yah, ”

“ berhubungan seks itu bisa membangkitkan gairah loh mas, yang capek bisa jadi semangat ..., ” ucapku dengan nada manja

Ngobrol lama hingga sampai di rumah, keputusannya tetap nggak mau ngelayani aku karena capek. Benar-benar suami yang aneh, jangan-jangan udah nggak normal lagi tuh suamiku. Kita tidur terpisah, dia di sofa dan aku di tempat tidur. Udah jelas banget kalau mala mini nggak mau diganggu sekalipun aku istrinya.

Aku tidu pulas dan sedikit konyol dalam hati. Melihat suamiku di sofa rasanya pengen banget peluk dari belakang. Keesokan harinya aku dan suamiku berangkat kerja bareng. Sepanjang perjalanan aku hanya terdiam, suamiku mungkin sedikit mengerti apa alasanku diam. Aku juga nggak cium tangan suamiku dalam hati kesel banget rasanya.

Sampai di kantor kepalaku pusing banget, aku berhenti sejenak di ruang tunggu kantor. Setelah pusing itu hilang aku berjalan menuju ruanganku. Di dalam ruangan tiba-tiba pusing datang kembali. Kenapa ya?nggak biasanya pusing gini. Waktu cepat berlalu, masih aja pusing aku memutuskan untuk ke dokterku. Namanya dokter Dewi dia yang merawat kesehatan keluargaku.

Aku diantar taxi untuk ke Klinik Dr.Dewi, sesampainya disana aku menuju ruang pendaftaran. Ternyata Dr.Dewi cuti satu bulan karena ada acara keluarga. Adanya Dr.Robi nggak tau tu dr apa, tapi udah terlanjur sampai di Klinik yaudah seadanya sajalah. Akhirnya aku tetap disini menunggu dr itu, aku dapat antrian no.20 lama banget.

Aku ke kantin klinik untuk makan siang biar nggak lemas. Setelah itu aku masuk kembali ke Klinik, udah sampai nomor antrian 19 sebentar lagi nomor aku dipanggil. Itu nomor terakhir, karena praktek siang hanya sampai jam 2 saja. Namaku dipanggil oleh perawat yang mendampingi Dr.Robi,

“ Ibu Susi…., ” suara dokter memanggilku.
Saat itu aku bergegas masuk ke ruang dr itu. Terlihat dr itu sedang mencuci tangannya, aku duduk dikursi. Setelah membalikan badannya aku terkejut, ni dokter ganteng banget sih. Aku dan dokter itu sama-sama bengong dia melihatku aku melihatnya,

“ siang dok…, ”

“ iya siang bu, bisa saya bantu yang keluhan apa yang dirasakan bu... , ”

Namun pandangan dokter it uterus melihatku, penampilanku yang seksi. Belahan payudara yang terlihat jelas, rok mini diatas lutut sepatu highells yang tinggi. Grogi banget dilihatin sama dokter ganteng,

“ gini dok, saya daritadi kok pusing banget ya biasanya nggak kayak gini dok... , ”

“ rutin periksa sama Dr.Dewi ya... ? semoga nanti cocok sama saya ya bu Susi... , ” dengan nada bicara genit dokter itu berbicara denganku.
Cara bicara dan pandangan matanya kok aneh, aku merasa ada getaran-getaran gairah nafsu sex yang sama denganku. Aku terus mencoba berbicara tentang keluhanku, dokter it uterus mendengarkan dan memandangi wajahku. Tiba-tiba mukaku memerah, tersipu malu ketika Dr.Robi mengatakan aku cantik,

“ sebentar ya bu saya bilang ke perawatnya agar menunggu di luar saja atau saya suruh tutup kliniknya... , ” ucap Dr.Robi.
“ loh kok gitu dok???, ”

“ iya bu santai saja biar kita bisa konsultasi dengan puas... , ”

Apa coba maksud Dr.Robi, yaudahlah aku turutin aja asal aku sembuh. Sesudah itu Dr.Robi duduk di kursinya kembali. Kita lanjut ngobrol dalam hati ni dokter aneh banget nggak buruan diperiksa malah aku diaajak ngobrol,
“ dok periksa aja langsung biasanya Dr.Dewi menyuntik aku, biar langsung sembuh... , ”
“ dengan senang hati bu silakan tiduran di tempat tidur saya akan periksa ibu…., ”

Aku berbaring di tempat tidur, Dr.Robi menutup korden untuk menjaga privacy aku. Setelah aku berbaring, Dr.Robi berjalan mendekatiku. Aku yang terbaring dengan sangat seksi, membuat Dr.Robi tak henti-hentinya memandangiku. Dr.Robi menggunakan stetoskop diarahkan ke dadaku. Dia menyentuh dadaku dengan stetoskop sambil terus memandangi wajahku.
Stetoskop itu digerakkan di dekat payudaraku, aku terkejut. Bulu tanganku berdiri aku merasa Dr.Robi membangkitkan gairahku. Terus dia mengarahkan stetoskop ke bagian-bagian sensitifku. Kancing kemejaku dia buka hingga bra merahku terlihat jelas,

“ dok... lama banget periksanya…?, ”
“ iya bu, saya memeriksa dada ibu agar ibu terangsang... , ”

“ maksud dokter apa ya?, ” aku masih binggung dengan dokter satu ini mungkin dia horny lihat aku.

“ udah bu... tenang aja nanti setelah aku obati pasti Bu Susi sembuh…, ”

Aku nurut aja apa kata dokter itu, aku disuruh memejamkan mata. Setelah terpejam dokter itu membuka kancing bajuku. Aku seperti terhipnotis, karena aku selalu nurut kata Dr.Robi. bajuku dibuka hingga aku hanya memakai bra saja,

“ tenang ya bu, saya akan memberikan terapi pada ibu…, ”

Kemudian Dr.Robi mengelus kakiku yang mulus dan putih itu. Tangannya menggerayangi pahaku dia melepas kancing rok ku. Hingga aku tidak memakai rok hanya memakai celana dalam dan bra merah. Aku sudah terbawa suasana, aku horny banget dibuatnya. Dr.Robi menciumi ujung kakiku, sambil tangannya terus mengelus tubuhku.

Saat itu aku horny banget, tubuhku bergerak manja. Wajahnya berhadapan dengan wajahku, Dr.Robi menciumi bibirku. Aku hanya pasrah, Dr.Robi naik diatas kasur. Menciumku dengan penuh gairah. Tampak Dr.Robi melepas pakaiannya dia hanya memakai celana dala saja. Penisnya yang semakin membesar mengenai memek-ku, keras banget. Sesekali aku mendesah,

“ ahhhh…ahhhhh…., ” Tangan Dr.Robi mulai turun ke bawah meremas payudaraku yang besar.

“ payudaramu sungguh indah dan besar, aku suk banget…, ” ucap Dr.Robi terlihat sangat horny.

Braku terlepas, bibir Dr.Robi langsung menyerbu putting susuku. Putingku dimainkan dengan sangat asyik, mulutnya mengulum putingku lidahnya berputar aku horny banget. Tangan kanannya meremas-remas susuku, hingga aku lemas tak berdaya,

“ Oughhhh… Sssssshhh… Ahhhhhh…... , ”
Terus mendesah Dr.Robi semakin memainkan dengan keras. Dr.Robi memang pandai membuat aku bergairah, tangan jemarinya terampil bermain disusuku. Terus dia remas terus dia jilat putingku, tubuhku menggeliat manja,

“ Dok, Ssssshhh… Oooohhh…., ” desahku semakin menjadi jadi saja.

Penisnya bergesekan dengan memek-ku yang besar ini, dia mencoba menggesek-gesekkan penisnya ke memek-ku,

“ Ssssshhh… ahhhh... dookk... nggak kuat dok… Ahhhhhhh…, ”

Celana dalamku basah Dr.Robi melepas celana dalamku. Dia melihat memek-ku yang besar dan terlihat kenyal. Bulu-bulunya sedikit rimbun, tangannya mengelus dari bawah hingga ke atas. Dielus-elus , tubuhku menggeliat manja terus bergerak karena nggak kuat menahan nafsuku. Jemarinya menggelitik memek-ku, klitorisku diemut hingga basah.

Tangannya kembali mencari lubang kenikmatanku, jarinya dimasukkan ke lubang memek-ku. Lidahnya mendekat dan menjilat lubang memek-ku hingga ku tak kuasa keluar lagi masturbasi membasahi bibir Dr.Robi,
“ dokk….terus dokk…nggakkuat dok… lagi dokk…, ”

Aku terus meminta lebih agar terasa nikmat, Dr.Robi bermain dengan sangat menarik. Gairah seksku yang tinggi terasa diubun-ubun. Tubuhku bergetar, nafsuku semakin tinggi. Gerakan tubuhku semakin banyak, kakiku terus gerak. Dr.Robi menciumi bibirku, dadanya menempel dipayudaraku penisnya menempel di memek-ku.
Rasanya udah nggak sabar pengen banget dimasukin penis Dr.Robi. Sambil menggesekkan penisnya terus aku menggeliat tubuhku seperti ulat karena tak tertahankan,

“ ahhhhhhh…dooooookkkk……... enakkk dokkkkk……, ”

Dr.Robi mencoba memasukkan penis itu ke lubang memek-ku. Memek-ku dibuat licin, hingga batang penis masuk ke memek-ku. Tekanan yang sangat keras dan nikmat masuk ke lubang kenikmatanku. Aku benar-benar baru pertama kali ini dibuat sangat bergairah oleh seorang pria. Maju mundur penisnya terus masuk gerakannya sangat keras terasa sampai mentok ke rahimku.

Nafsu sudah sampai ubun-ubun rasanya nggak mau lepas dari penis Dr.Robi. Aku menjepit penis Dr.Robi biar sama-sama merasakan kenikmatan. Aku terus berusaha menjepit penisnya, Dr.Robi tampak merasakan kenikmatan. Gerakan maju mundur penis itu di dalam digoyang-goyangkan. Kedua tangan tetap pada payudaraku meremas-remas terus.
Keringatku bercucuran karena sangat keras gerakan itu mebuat nafasku ngos-ngosan,
“ ahhhhhh…doookkkk… terusss dookkkk…., ”
Setelah 15 menit bergoyang di lubang memek-ku, keluarlah sperma itu,

“ croooooottttt…ccrrrooooootttt…crrrrooooooootttttt………, ”

Banyak banget spermanya membasahi tubuhku, kedua payudaraku penuh dengan sperma yang putih kental. Aku lemas tak berdaya masih terbaring di tempat tidur. Dr.Robi membangunkan aku, dia menyuruhku untuk membersihkan badan. Aku dan Dr.Robi memakai pakaian kembali, sudah bersih rapi kembali. Dr.Robi terus memandangiku kembali, aku tersipu malu.

Aku berpamitan dengan Dr.Robi aku keluar dari ruangannya. Aku tidak kembali k kantor tetapi aku langsung pulang karena badan lengket pengen cepet sampai rumah dan mandi. Itulah pengalaman seksku dengan Dr.Robi , aku berniat untuk periksa dengan dokter langgananku tetapi ternyata dia cuti, akhirnya aku periksa dengan Dokter jaga yaitu Dr.Robi. Seneng deh diperiksa oleh dokter muda yang ganteng dan diberi kepuasan seks.TamaT.